Di antara berbagai jenis bunga, ada beberapa yang secara khusus melambangkan kesedihan dan kesendirian. Bunga-bunga ini tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat dengan makna mendalam yang sering kali digunakan untuk mengekspresikan perasaan kehilangan, duka, dan kesepian.
Daftar Isi
Bunga-Bunga Yang Melambangkan Kesedihan Dan Kesendirian
Berikut ini adalah beberapa bunga yang dalam berbagai budaya dianggap melambangkan kesedihan dan kesendirian:
Heather

Bunga heather, terutama yang berwarna ungu, adalah bunga yang dalam budaya Celtic sering dikaitkan dengan kesendirian. Makna kesendirian dari heather muncul karena karakteristik bunga ini yang mampu bertahan hidup di lingkungan terpencil, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan.
Di sana, heather tumbuh liar, menghiasi lanskap yang jarang disentuh manusia. Keterpencilan dan ketangguhan ini memberi kesan kuat tentang isolasi dan kesunyian, yang menjadi alasan mengapa heather sering dikaitkan dengan kesendirian.
Bunga heather sering digunakan untuk menyampaikan rasa kehilangan atau kesedihan yang mendalam. Orang-orang menggunakannya dalam upacara peringatan atau duka, terutama untuk mereka yang telah pergi dan meninggalkan rasa sepi yang mendalam.
Bluebell

Pada era Victoria, bunga bluebell sering dianggap sebagai simbol kesedihan, kesepian, dan penyesalan yang mendalam. Di masa itu, banyak orang yang mengaitkan bluebell dengan perasaan kehilangan dan rasa bersalah. Bentuk kelopak yang menggantung dan terkulai dari bunga ini memberi kesan seolah-olah ia sedang menunduk dalam kesedihan.
Bluebell juga tumbuh di tempat-tempat yang tersembunyi, seperti di dalam hutan-hutan terpencil. Keberadaannya yang cenderung terisolasi ini memperkuat asosiasinya dengan kesendirian. Kombinasi antara lokasi tumbuh yang sunyi dan bentuknya yang terkulai membuat bunga bluebell menjadi simbol yang kuat untuk melambangkan kesedihan dan kesendirian.
Mawar Putih

Pada era Victoria, mawar putih dianggap melambangkan kesunyian dan kesedihan. Makna tersebut menggambarkan perasaan yang sunyi, sepi dan penuh dengan rasa kehilangan.
Mawar putih banyak digunakan dalam upacara pemakaman sebagai simbol penghormatan terakhir. Bunga ini sering dipilih karena dianggap dapat menyampaikan rasa duka yang tak terucapkan. Kehadirannya dalam peringatan pemakaman menambah suasana hening dan penuh perenungan, seolah-olah mewakili kesedihan dan kesepian setelah kehilangan seseorang yang berarti.
Sinyo Nakal

Dalam bahasa bunga di era Victoria, bunga sinyo nakal dikenal melambangkan “air mata perpisahan”. Makna ini sangat kental dengan nuansa emosi mendalam yang muncul ketika seseorang harus berpisah, terutama perpisahan yang penuh dengan kesedihan.
“Air mata perpisahan” mengacu pada momen-momen di mana perpisahan terasa begitu menyedihkan hingga meneteskan air mata. Air mata ini tidak hanya mencerminkan rasa sedih dan kehilangan, tapi juga rasa kesendirian yang muncul ketika orang yang kita sayangi tak lagi berada di sisi kita.
Karena maknanya yang kuat ini, bunga sinyo nakal sering digunakan dalam konteks yang berkaitan dengan kesedihan dan kesepian. Bunga ini bisa hadir dalam momen-momen perpisahan yang mendalam, seperti mengucapkan selamat tinggal pada seseorang yang pergi jauh atau saat menghadapi kehilangan orang terdekat.
Sweet Pea

Meskipun terlihat indah dan lembut, sweet pea membawa pesan yang cukup mendalam. Pada era Victoria, bunga sweet pea sering kali melambangkan ucapan “selamat tinggal”. Bunga ini biasanya diberikan saat perpisahan, sebagai simbol akhir dari sebuah kebersamaan.
Perpisahan sendiri kerap kali menjadi saat yang berat, di mana seseorang harus menghadapi kenyataan bahwa hubungan atau kebersamaan dengan orang lain telah berakhir. Dalam konteks ini, sweet pea menjadi semacam ungkapan perasaan yang tidak bisa diucapkan secara langsung. Bunga ini mengisyaratkan akhir dari sebuah cerita, yang sering kali meninggalkan rasa hampa, sedih dan kesepian di dalam hati.
Anemone

Bunga anemone sering kali dihubungkan dengan makna penderitaan dan “cinta yang ditinggalkan”. Makna ini tidak terlepas dari legenda dalam mitologi Yunani yang menceritakan kisah tragis Adonis dan Dewi Aphrodite.
Menurut cerita, anemone muncul dari darah Adonis, kekasih Aphrodite, setelah ia terluka parah dalam sebuah perburuan. Kesedihan mendalam Aphrodite karena kehilangan kekasihnya ini kemudian memberikan makna yang mendalam pada bunga anemone sebagai simbol cinta yang ditinggalkan.
Kisah cinta tragis ini menggambarkan kesedihan dan kesepian yang mendalam. Aphrodite, sebagai dewi cinta, merasakan penderitaan yang luar biasa karena harus berpisah dengan Adonis selamanya. Perasaan ini tergambar dalam bunga anemone, yang menjadi simbol dari kesedihan akibat cinta yang hilang dan rasa sepi yang menyertai perpisahan tersebut.
Bunga anemone sering digunakan untuk mengekspresikan rasa kehilangan yang mendalam. Bunga ini bisa muncul dalam rangkaian bunga duka atau sebagai tanda peringatan untuk mengungkapkan perasaan patah hati dan rasa sakit yang tak terucapkan. Anemone menjadi simbol yang pas untuk menggambarkan perasaan hampa dan kesepian yang datang setelah kehilangan seseorang.
Krisan Kuning

Dalam beberapa budaya Barat, khususnya pada era Victoria, bunga krisan kuning sering dihubungkan dengan perasaan “hati yang ditinggalkan dalam kesunyian,” yang menggambarkan kesendirian dan kesedihan yang mendalam. Di masa itu, bunga krisan kuning dianggap sebagai simbol dari rasa sakit akibat ditinggalkan, perasaan terasing, dan kesendirian.
Bunga krisan kuning biasa digunakan untuk mengekspresikan perasaan kehilangan atau sebagai tanda duka. Bunga ini sering muncul dalam rangkaian bunga pemakaman atau sebagai penghormatan dalam momen perpisahan yang penuh kesedihan.
Baca Juga: Arti Bunga Krisan
Penutup Dan Rekomendasi Kamus Bahasa Bunga
Bunga tidak hanya menambah keindahan, tetapi juga memiliki makna yang mendalam. Bunga – bunga yang kita sebutkan di atas memiliki kekuatan untuk melambangkan kesedihan dan kesendirian yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Untuk kamu yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai makna-makna di balik setiap bunga, ada beberapa kamus bahasa bunga yang kami rekomendasikan untuk kamu baca:
1. The Complete Language of Flowers: A Definitive and Illustrated History

Buku “The Complete Language of Flowers” karya Theresa Dietz menyajikan makna, kekuatan, fakta, dan cerita rakyat untuk lebih dari 1.001 spesies bunga.
2. Floriography: An Illustrated Guide to the Victorian Language of Flowers
Buku “Floriography” karya Jessica Roux ini mengungkap makna rahasia dari berbagai macam bunga yang disertai dengan ilustrasi yang indah.

3. A Victorian Flower Dictionary: The Language of Flowers Companion

Buku “A Victorian Flower Dictionary” dari Mandy Kirkby ini adalah kamus dengan ilustrasi indah yang menjelaskan bunga dan maknanya, serta ide-ide untuk membuat rangkaian bunga yang penuh makna.